Rion hanyalah seorang pemuda biasa yang menjalani hari-harinya dengan normal. Hari itu, ia sedang berjalan di sebuah toko, menikmati kesibukan kota yang ramai. Namun, tanpa peringatan, dunia di sekelilingnya berubah dalam sekejap. Tiga peluru melesat, menghantam tubuhnya tanpa ampun—satu menembus perutnya, satu di dada, dan yang terakhir tepat mengenai kepalanya.
Kegelapan menelan segalanya, dan Rion merasa tubuhnya lepas dari dunia yang dulu ia kenal. Ketika kesadaran kembali, ia membuka mata, tapi yang ia lihat bukanlah langit atau tanah—hanya ruang putih yang hampa, tak berujung, tanpa awan, tanpa cahaya lain selain kilau samar yang menenangkan.
Di tengah kehampaan itu, sosok misterius muncul. Sosok itu tampak tenang, penuh wibawa, dan seakan mengetahui semua yang telah terjadi pada Rion. Dengan suara yang dalam dan dingin, sosok itu berkata, “Kau telah mati, Rion. Tapi aku memberimu kesempatan kedua—kesempatan untuk hidup di dunia lain.”
Tanpa menunggu jawaban, sosok itu menyalurkan sebuah energi ke Rion. Tubuhnya berubah—rambut putih perak yang memantulkan cahaya lembut, mata biru muda yang bersinar penuh kecerdasan, dan tubuh yang sempurna dalam keseimbangan kekuatan dan ketangkasan.
“Di dunia baru ini,” kata sosok itu, “kau akan memiliki sihir yang tak terbatas. Hanya dengan membaca sedikit materi sihir dari buku, kau bisa menguasai kemampuan yang bahkan penyihir terkuat pun tak mampu raih.”
Rion menatap dirinya yang baru, merasakan energi magis mengalir di setiap pori tubuhnya. Dunia ini, dunia baru yang penuh sihir, menanti untuk dijelajahi. Ia tak lagi seorang pemuda biasa—sekarang ia adalah Ryu, sosok dengan kekuatan tak terbatas dan kecerdasan luar biasa.
Dan begitu saja, perjalanan barunya dimulai, di dunia yang magis, di mana batasan hanyalah kata yang belum pernah ia dengar
Please sign in to leave a comment.