Chapter 1:
Ashen World: The Sovereign of Strangers
Terdapat empat ras yang tinggal di dunia ini.Saat masih di zaman peperangan antar ras, mereka memiliki kemampuan bawaan dari ras mereka masing-masing. Ras elf yang dapat berbicara dengan para spirit, ras beast dengan kemampuan yang bermacam-macam tergantung dari ras beast apa dulu, ras Vampir dengan Blood Control-nya, dan terakhir adalah ras manusia yang sama sekali tidak memiliki kemampuan bawaan dari rasnya. Tetapi dari segelintir nya segelintir segelintir nya manusia, terdapat beberapa orang yang telah mengasah kemampuannya dalam seni membunuh. Tentunya dengan seni yang berbeda-beda, dan seni membunuh di dunia ini biasa disebut sebagai "metode" dalam pembunuhan mereka para para pencipta metode selalu mewariskannya kepada keturunan mereka. Dan bagi mereka, selalu mengasah kemampuan metode yang telah diwariskan dipanggil sebagai para "penerap" metode.Ini adalah kisah dari salah satu para penerap metode. Seorang penerap metode racun dari keluarga Trah Tukimin yang juga merupakan salah satu anggota dari tiga keluarga besar penerap metode terbaik dan juga berspesialisasi dalam bidang pembunuh bayaran profesional. Persekutuan tiga keluarga besar ini bernama Trah Bolo Deso.
* * *
"Terimakasih sudah mau datang di club yang kusewa semalaman hanya untuk pesta perayaan malam ini," berhenti sejenak untuk mengambil nafas.Pria ini telah berkecimpung di dunia gelap sejak lama. Sebenarnya jaket bulu yang dikenakannya sekarang adalah hadiah dari bosnya sebelum dibunuh dengan kedua tangannya sendiri, saat dirinya berhasil menyelundupkan dua kapal cargo yang dipenuhi obat terlarang. "Tidak perlu sungkan untuk menikmatinya, hidangannya sudah diperiksa oleh tim penyicip racun, jadi aku menantikan kerja bagus di proyek selanjutnya. Semuanya, bersulang~" "Bersulang~"Lalu disusul oleh suara dentingan gelas karena melakukan cheers "Kau yang terbaik bos~", sapa kurosi, tangan kanan kepercayaannya "Hahaha, tentu saja aku yang terbaik, nikmatilah minumannya selagi gratis", ucapnya sambil mengelus akita, kucing kesayangannya yang sedang duduk di pangkuan sang majikan. "Terimakasih bos~" lalu pergi mencari pelayan yang membagikan minuman. Selang beberapa menit ketika dirinya sedang meneguk sebuah wine berusia puluhan tahun, kucingnya melompat pergi mengejar cahaya berwarna-warni yang berasal dari lampu disko, karena sang pemain DJ sudah bersiap memainkan lagunya. Melihat hal tersebut tentu saja sebagai majikan dirinya merasa gemas melihat tingkahnya, namun ia lebih memilih melanjutkan meneguk minuman yang sudah ada di genggamannya."Gahk!!"Sial... sialan!! Aku tidak bisa bernafas... Siapa yang meracuniku? Padahal hidangannya sudah diperiksa... Jangan-jangan ada pengkhianat... Tapi siapa?... Siapaaa?Sia____ dengan kedua tangan yang memegang dadanya, mencoba agar tetap hidup. Sebenarnya tidak terasa sakit sama sekali akan tetapi butuh waktu agar otaknya menyadari kalau dirinya tidak dapat bernafas sama sekali. Panik atasannya menggeliat dengan wajah memucat di atas lantai, kurosi tangan kanannya segera datang dan memeriksa atasannya."Tangkap semua anggota tim penyicip racun lalu bunuh mereka semua!, sekalian bunuh seluruh pekerja yang ada di Club ini!" sigap anak buah yang lain mengarahkan pistol revolver mereka ke arah para pekerja di Club tersebut dan ke arah rekannya sendiri yang diduga berkhianat. Yeah... Di dunia gelap ini seorang pengkhianat memang harus dibunuh tergantung situasinya meski belum terbukti sekalipun, kau bisa saja dibunuh di tempat ataupun disiksa terlebih dahulu. Keadaan menjadi kacau ketika akasi mendapati sang atasan sudah tidak sadarkan diri. Tidak terima atasannya telah dibunuh, beberapa ada yang baku tembak, beberapa yang lain ada juga yang langsung memukul kepala orang yang dicurigai menggunakan botol minuman dan membuatnya pecah berhamburan lalu menusuknya menggunakan bagian yang pecah.
* * *
«Have you finish the task?» tanyanya dengan suara berat. "Yes, im finished," jawabnya sambil berjalan di trotoar. «Haha, how did you kill him this time?». "Just using powder and sowed to his cat", tentu saja.Bubuk yang dia berikan tersebut membuat kedua tangan bos mafia tadi tertekuk kaku yang mengakibatkan bagian tangan yang terkena bubuk tersebut bersentuhan dengan dadanya, pada saat itu juga bubuk tersebut bertebaran lalu meresap ke dalam tubuh dan berakhir di paru-paru. «Okok, I will send the money to your recening like usually» "Thanks james..."«No problem, as your busines agent this is my duty... keep your self daf, Cha~»Setelah itu panggilan telepon diakhiri oleh sepihak. Melihat minimarket yang buka selama dua puluh empat jam membuat dirinya terhenti.
* * *
"Fuwaah... Minuman kaleng rasa coklat selepas kerja memang yang terbaik~," ucapnya sambil melanjutkan berjalan kaki menuju kediamannya untuk istirahat.Menatap booster pack machina seri terbaru purba dan masa depan, sebuah kartu permainan. Yeah... Pada akhirnya aku tetap membelinya, ya sudahlah siapa tau dapat harta karun sebagai salah satu dari bagian kalangan penggemar kartu permainan machina tentunya berharap mendapatkan kartu yang bagus untuk kombinasi di deck miliknya maupun sebagai koleksinya.Buka nanti ajalah kalau sudah sampai kamarnya, lalu memasukkan booster pack tersebut ke dalam kantung jaketnya pada bagian sisi dalam jaketnya, setelah itu menyesap minumannya. "Hnggh!!", terdengar suara erangan yang cukup keras dari dalam gang yang dilewatinya.Penasaran dengan apa yang terjadi, dirinya memutuskan untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Namanya juga orang penasaran, jadi maklum saja kalau ingin memuaskan rasa penasarannya.. Plak!! "Berisik banget sih," ucap seorang pria be-ras kerbau yang mengenakan setelan jas hitam formal. "Sudahlah yuji, jemputan kita sebentar lagi datang," cegat temannya yang be-ras manusia dengan M-4, senapan assault rifle yang dibawanya. "Come on... Setidaknya biarkan aku terlihat keren. "Hnggh! hnggh!"Suara erangan dari gadis berambut perak yang berusaha mengatakan sesuatu atau sedang meminta pertolongan, gaun merahnya sangat kusut karena dirinya terikat kencang pada sebuah kursi. "Unyunyunyu~, lihatlah sang tuan putri manis ini, Maaf ya sayang~ tapi kau tidak bisa menggunakan Blood Control mu itu, karena kami sudah membuat dirimu lumpuh sepenuhnya ", sambil memperlihatkan suntikan yang sudah habis lalu diinjaknya hingga pecah. "Mau sampai kapan kau menggodanya?" "Sam____eh?" Sadar dengan kehadiran orang lain, kerbau itu sekarang dalam posisi waspada.Bingung dengan gelagat temannya membuat dirinya juga ikut waspada terhadap sekitar. "Oi lukas, kau berjagalah disini aku akan memeriksa area depan sana," ia pun mengenakan knuckle yang berada didalam sakunya sebagai senjata, jaga-gaga kalau hanya orang awam yang menguping. "Ck, Fine... just be careful yuji" "Owh~ lukas worried about me?" "We don't have times for kidding kerbau sialan" "Yeye", malas lanjut menggoda rekannya, ia memutuskan untuk segera memeriksa keadaan. "Meow" "Rupanya kau", berdecak pelan ternyata kekhawatirannya tidak terbukti apa-apa. "Oi lukas, disini ama____", terkejut rekannya mati terkapar yang saat ini mayatnya masih memuntahkan darah segar, sementara ia mendapat seorang pria berdiri disebelah mayat rekannya sambil memandang: mayat tersebut.Insting bertahan hidupnya bekerja, tanpa sadar tubuhnya menyerang orang tersebut dengan knuckle yang sudah dikenakannya. Terlambat, orang tersebut bergerak lebih cepat dan dalam sekejap menyuntikkan racikannya pada leher kerbau tersebut. Satu detik, due detik pembuluh darahnya pecah didalam tubuhnya. "Njir, utek-utek cabul cok", sambil mengelap suntikannya lalu dimasukkan ke dalam kantung. Setelah itu pergi menuju gadis yang masih terikat. " Hnggh! Hnggh!",dilepasnya ikatan-ikatan itu menggunakan butterfly knife lalu ikatan pada mulutnya,"Pwah", gadis itu tersenggal-senggal nafasnya tubuhnya juga masih tidak bisa digerakkan.Tidak pakai lama ia segera menyimpan butterfly knife lalu meracik penawarnya menggunakan beberapa serum yang dibawanya. Dengan nafas yang masih tersenggal-senggal dirinya mencoba mengatakan sesuatu tapi tidak bisa karena serum yang disuntikkan kerbau tadi sudah sampai dimulutnya.Selesai meracik penawarnya, ia segera memasukkannya ke dalam suntikan dan bersiap untuk menyuntikkan ke perempuan dihadapannya. Masih trauma dengan jarum, ia berusaha menggerakkan kedua tangannya yang lumpuh untuk menghentikan pria yang berniat menyuntik dirinya. Namun tenaganya sudah habis duluan, pandangannya makin memburam... "Bruk!!" "Walah" ia melihat Samar-samar orang tersebut menyuntikkan racikannya. Setelah itu dirinya benar-benar pingsan.
Please sign in to leave a comment.